6 Rukun iman dalam Islam, pengertian, urutan, dan maknanya

Image
Manusia memiliki kedudukan paling tinggi di dunia, dibanding dengan makhluk-makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Namun kedudukan manusia di hadapan Allah itu berbeda satu dengan lainnya. Tinggi rendahnya kedudukan manusia, dinilai dari keimanannya. Dalam ajaran Islam, terdapat pilar atau tiang agama.

Di dalam Islam ada dua rukun yang berfungsi sebagai pilar ajaran, yakni rukun Islam dan rukun iman. Rukun islam terdiri dari lima poin. Dimana Rukun Islam terdiri dari mengucapkan dua kalimat syahadat, melaksanakan sholat lima waktu sehari semalam, berpuasa di bulan Ramadhan, zakat fitrah, dan menunaikan ibadah haji bagi yang mampu.

Dikutip dari laman Kemenag, apabila seseorang melaksanakan dua rukun (Iman dan Islam) tersebut itu sesuai dengan syariat Islam, maka sempurnalah ia menjadi seseorang yang beragama Islam," tutur Babak Haji Moh. Ali kossah selaku Ketua MUI Kabupaten Timor Tengah Utara.

Lantas apa saja dan pengertian, makna dari rukun iman? Berikut penjelasan lengkap mengenai rukun i…

Kajian Konsep Pendidikan Anak Dalam Islam


Assalamualaikum sahabat kabar islami, sekarang saya akan membahas bagaimana sih cara mendidik anak dalam Islam, berikut adalah penjelasannya

Pengertian Pendidikan Anak dalam Islam


1.   Konsep

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konsep berarti rancangan, ide atau pengertian yang diabstrakkan dari peristiwa  konkret,  atau  gambaran  mental  dari  objek,  proses, atau apapun yang ada di luar bahasa yang digunakan akal budi untuk memahami hal-hal lain.19
Konsep juga dapat berarti ide umum, pengertian, ataupun

pemikiran. Adapun Konsep yang penulis maksudkandi sini adalah suatu idea atau gagasan, pengertian, gambaran secara umum dan gambaran abstrak mengenai pendidikan anak.

2.   Pendidikan

jika kita berbicara tentang pendidikan, maka tidak akan terlepas dari yang namanya pendidik dan mendidik, karena ketiga istilah tersebut saling berkesinambungan.
a)   Pendidik

Dalam  Islam,  pendidik  memiliki  beberapa  istilah seperti muallim, muaddib, murabbi dan ustad.
1) Muallim:  Istilah  ini  lebimenekankan  posisi  pendidik sebagai pengajar dan penyampai pengetahuan dan ilmu
2) Muaddib: istilah ini lebih menekankan pendidik sebagai Pembina moralitas dan akhlak peserta didik dengan keteladanan
3) Murabbi:  istilah  ini  lebimenekankan  pengembangan dan pemeliharaan baik dalam aspek jasmaniah maupun ruhaniah
4)  Ustadz: istilah ini merupakan istilah umum yang sering dipakai dan memiliki cakupan makna yang luas yang sering disebut sebagai guru.20
Ibnu Qayyim menyebut pendidik dengan sebutan alim rabbaniBeliau  mengadopsi  dari  pemikiran  parsahabat Nabi dan para Ulama. Beliau menukil pendapat Ibnu Abbas bahwa alim rabbani adalah muallim yang menekuni dunia pendidikan atau yang berprofesi mendidik manusia dengan ilmu,  sebagaimana  seorang ayah  mendidik anaknyaJuga pendapat   Al-Wahidi bahw kat rabbani   dinisbatkan kepada Tuhan yang memiliki arti takhshish (pengkhususan) sebagai ilmu yang mengajarkan syariat dan sifat-sifat Allah SWT. Jadi menurut Ibnu Qayyim, seorang alim tidak disifati akan dengan rabbani, kecuali benar-benar mengamalkan dan
mengajarkan ilmunya.
Sebagai pendidik harus mempunyai adab-adab yang harus dimiliki oleh pendidik, adapun adab-adab yang harus dimiliki oleh pendidik antara lain: Pendidik itu harus zuhud, memiliki pemahaman yang mendalam tentang agama, mau mendakwai manusia kepada cahaya petunjuk, bersabar serta mau menghidupkan hati manusia dengan ilmu dan Al- Qur‟an,  pendidiitu  harus  berhati-hati  dalam  memberi fatwa, termasuk dari sifat-sifat pendidik ialah tasabbut (hati- hati) dalam menjawab sesuatu yang ditanyakan kepadanya, sebelum ia  menjawab  atamembahasnya,  pendidik harus haus  terhadap  ilmu  bahkan  rela  berpergian  jauh  dalam rangka mencari dan menambah ilmunya, pendidik harus selalu mengamalkan ilmunya, pendidik harus memiliki sifat khasyatullah (takut kepada Allah), pendidik itu harus rindu dan  cinta  kepada  ilmu,  pendidik  hendaknya  senantiasa teratur dalam proses belajar dan mengajar.22
b)   Peserta didik

Ibnu Qayyim menyebut peserta didik dengan sebutan muallim. Menurut beliau muallim adalah orang-orang yang mencar ilm dem mendapatkan   keselamatan   dirinya sendiri. Orang seperti ini ikhlas dalam mencari ilmu. Ia termasuk orang yang mempelajari hal-hal yang bermanfaat
dan  mengerjakan  apa  yang  dipelajarinya  karena  memang harus demikian jika orang yang mencari ilmu mengharapkan keselamatan (keberhasilan).23

Sedangkan adab murid dalam menuntut ilmu yaitu: Seorang murid hendaklah selalu mulazamah (menyertai) gurunya berusaha mengambil faedah darinya, sebab ilmu itu adalah  sunnah  yang  diikuti  dan  diambil  dari  lisan  para ulama, seorang murid jika sudah mulazamah kepada seorang guru, hendaklah ia senantiasa menuruti nasehat dan petunjuknya, wajib atas seorang pelajar untuk melembutkan suaranya ketika bertanya dan tidak sekali-kali mendebat gurunya dengan keras dan hendaklah senantiasa tekun mendengarkan keterangannya dan serius di dalamnya.24
Demikian   diterapkannya  sikap   dan   adab  seorang murid terhadap gurunya, yang semoga dengan adab dan kelemah lembutan seperti itu menjadikan sang guru rela dan ikhlas mengajarkan ilmu yang dimilikinya.
c)   Mendidik

Mendidik dapat diartikan sebagai suatu usaha untuk mengantarkan anak didik ke arah kedewasaan baik secara jasmani maupun rohani. Oleh karena itu, mendidik dikatakan
sebagai upaya pembinaan pribadi, sikap mental dan akhlak
anak didik. mendidik tidak sekedar transfer of knowledge, tetapi  juga  transfer  of  values.  mendidik  diartikan  secara utuh, baik kognitif, psikomotorik maupun afektif, agar tumbuh sebagai manusia yang berpribadi.25
d)   Pendidikan

Istilah pendidikan pada mulanya berasal dari bahasa Yunani yaitupaedagogie yang berarti bimbingan yang diberikan kepada anak. Pendidikan secara etimologi berasal dari kata didik yang berarti memelihara dan memberi latihan  (ajaran,  tuntunan,  pimpinan),  yaitu  proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan, proses, cara, perbuatan mendidik.26

Dalam wacana ke-Islaman, pendidikan lebih populer

dengan istilah tarbiyah, tadīb dan talīm.27Beberapa istilah tersebut memiliki perbedaan dalam pengertian, akan tetapi inti dari istilah-istilah tersebut semuanya sama.


Comments

Popular posts from this blog

Makan Dengan Secukupnya Dalam Islam

25 Nama Nama Nabi Yang Wajib Diketahui